Membuka Catatan Lama




 Membuka Catatan Lama


Catatan atau biasa kita sebut journaling cukup membuat perasaan sedikit lega. Benar saja sebab ada penelitian yang mengatakan journaling adalah cara kita menumpahkan segala perasaan melalui catatan kecil yang hanya terdiri beberapa paragraf saja. 

        Hari ini aku kembali membuka catatan yang lumayan lama, aku cukup menyadari bahwa setiap hidup yang ku jalani selalu ada bagian diri ini merasa perlu direnungkan dengan cara yang paling abadi dan aku menyakini perasaan pada saat itu masih bisa dirasakan dikemudian hari. Menulis adalah cara ampuh untuk kita menuangkan isi dari pikiran yang dirasa tidak bisa diungkapkan langsung, deretan kata lebih membuat perasaan lega dangan cara sunyi. Terkadang bercerita juga perlu, pastikan dengan orang yang kalian percaya bisa menjaga dan mendengarkan dengan bijak.

        Tulisan-tulisan lama masih terasa begitu melekat apa yang sedang kita rasakan saat itu--sedikit sentimen memang. Menulis tidak menuntut untuk dibaca orang tidak seperti bercerita yang pasti kita butuh didengarkan. Namun keduanya penting, ketika huruf yang dijadikan teman kita tidak perlu memilih kata mana yang perlu atau tidaknya kita tulis, cukup jari dan perasaan yang menentukan--setelahnya bisa kita renungkan dan coba memahami kembali isi dari perasaan yang tertuang. Lalu dengan bercerita, kita didengar dan diperhatikan bahkan dimengerti itu akan jauh lebih melegakan--kita disandingkan dengan perspektif mereka dalam memahami perasaan kita, mencoba mengurai satu persatu apa yang menjadi permasalahannya.

        Pada intinya catatan yang lama itu perlu aku sampaikan disini, catatan yang intimate tapi boleh saja kalian baca jika tidak sengaja mampir. Terimakasih.

"DIRI"

        Kehidupan selalu memiliki segala macam carut marutnya, hidup tidak bisa lepas dari kusutnya hari-hari yang kadang terasa begitu pelik sampai akhirnya menemukan simpul sebagai akhir dari kisah masalah-layaknya setiap chaphter dalam buku, bukankah itu bentuk interpretasi dari kehidupan. Seringkali hiruk pikuk kehidupan melemparkan jiwa kedalam ruang yang terasa tidak mampu untuk mengendalikan diri, sampai pada akhirnya pada perasaan tidak diterima atas segala tindakan dan upaya yang sudah diberikan. 

        Dalam keramaian yang begitu bising dikepala, rasanya seperti kehilangan apa yang disebut “Diri”. Dalam kehidupan dunia, tujuan dalam hidup perlu dicari dan ditentukan sebagai navigator dalam menyelami laut kehidupan itu sendiri dalam dirinya. 10-12-2025.

sumber informasi tambahan

Comments

Popular posts from this blog

Harga Geprek Langgananku Naik!

MANUSIA

Tulisan Tanggal 30/09/2022