Posts

Showing posts from July, 2022

Nulis Apa Sihhh???

Image
SEGALA SIFATKU M enjadi anak pertama itu berat melebihi rindunya milea wkwkwk, segala sesuatu didalam keluarga akan melibatkan anak pertama kenapa? Karena, dialah yang menjadi pemimpin buat adik-adiknya dan menjadi teladan bagaimana kita harus menempatkan sifat dan perilakunya dikeluarga, kalo urusan diluar gak jauh beda juga. Yang menjadi berat bukan pangkat anak pertamanya tapi yang pertama sifatku, oke disini aku akan ceritain gimana sifatku yang sudah menempel dikepribadian ku sejak lama entah kapan aku tidak tau yang jelas aku merasakannya, aku bukanlah seperti anak pertama atau berapapun itu yang jelas beda itu pasti karena semua orang berbeda sifatnya tapi untuk urusan sifat kedewasaan itu akan tertanam disetiap individu dan akan menjadi nilai seberapa dewasanya kita. Aku ini dominan kekanak-kanakan bukan hanya perilaku tapi kadang juga dalam berbicara yang nggak mikir-mikir dulu sebelum ngomong dan untuk berfikir dewasa se...

Mengeluh di Samping Harapan

  MENGELUH, ya itu adalah kata yang familiar terucap oleh manusia dan dapat ditunjukkan dengan berbagai ekspresi bagaimana orang itu menggambarkan. Tidak dapat dipungkiri karena itu adalah salah satu sifat manusia atau bisa dibilang manusiawi, benar-benar real yang timbul didalam diri masing-masing, hanya saja bagaimana orang itu bisa mengendalikannya. Aku harap disetiap mengeluhku tidak disusul oleh rasa putus asa, karena aku masih ingin tetap menjalaninyaa bukan meninggalkannya walaupun aku harus beradu dengan rasa capek, malas bahkan sudah tiada harapan lagi yang tergambar tapi sebisa mungkin aku harus memberi coretan tinta agar terlihat jelas gambaran yang mulai pudar dan suram dengan tambahan warna agar lebih bermakna. Dengan diselingi do’a dan usaha yang menjadi rem rasa ingin menyerah yang selalu menghantui disetiap langkahku ini. Ada sebuah pesan seorang guru kehidupan yaitu Nelson Mandela beliau berkata “kesulitan dan tantangan mungkin akan menghancurkan banyak orang, ...

EGO YANG TAK TAHU DIRI

Image
EGO YANG TAK TAHU DIRI   Sepi kembali dirasa oleh tubuh yang hanya mampu menggerakkan egonya. Waktu yang setia mendampingi raga dan segala gerak yang tak kunjung memberinya harapan yang terwujud, sungguh miris, hanya mampu berharap dan berharap.   Tulisan ini yang mengandung banyak makna yang nano-nano mungkin hanya bisa dirasa oleh tubuh ini, tidak terlalu penting juga untuk dimengerti oleh yang lain. Rasa-rasanya banyak perbedaan yang kutemui dan yang kurasakan, entah apakah aku yang mencoba menjadi seorang yang peka dan perasa atau mungkin itu yang benar-benar terjadi.   Egoku terlalu besar untuk bisa mengalahkan kejujuran hati yang memang banyak sekali yang kurasa dari segala perubahan yang kulihat, kualami, kudengar, dan kurasakan berbeda dari sebelumnya tapi ini hanya pengulangan tragedi saja yang memang sudah biasa merasakan hal seperti ini, dan apakah ini juga menjadikan yang namanya mati rasa dalam segala situasi yang ada. Aku hanya bisa menuliskannya...