Mengeluh di Samping Harapan
MENGELUH,
ya itu adalah kata yang familiar terucap oleh manusia dan dapat ditunjukkan
dengan berbagai ekspresi bagaimana orang itu menggambarkan. Tidak dapat
dipungkiri karena itu adalah salah satu sifat manusia atau bisa dibilang
manusiawi, benar-benar real yang timbul didalam diri masing-masing, hanya saja
bagaimana orang itu bisa mengendalikannya.
Aku
harap disetiap mengeluhku tidak disusul oleh rasa putus asa, karena aku masih
ingin tetap menjalaninyaa bukan meninggalkannya walaupun aku harus beradu dengan
rasa capek, malas bahkan sudah tiada harapan lagi yang tergambar tapi sebisa
mungkin aku harus memberi coretan tinta agar terlihat jelas gambaran yang mulai
pudar dan suram dengan tambahan warna agar lebih bermakna. Dengan diselingi
do’a dan usaha yang menjadi rem rasa ingin menyerah yang selalu menghantui
disetiap langkahku ini.
Ada
sebuah pesan seorang guru kehidupan yaitu Nelson Mandela beliau berkata
“kesulitan dan tantangan mungkin akan menghancurkan banyak orang, tetapi juga
akan membuat anda lebih kuat, tidak ada kapak yang cukup tajam untuk
menghancurkan jiwa seorang pendosa yang mencoba bertobat dan mencoba, setiap
orang dipersenjatai dengan harapan bahwa ia akan bisa bangkit dan berusaha pada
akhirnya” so, mengeluh atas dasar sulitnya tantangan hidup tidak akan
menggoyahkan tekad dan tujuan kita, ya memang mengeluh atau hilangnya rasa
semangat selalu ada untuk menemani kekuatan kita dan menguji seberapa kuat kita
menghadapinya, ya kurasa dengan harapan kita akan mampu bertarung dengan segala
kesulitan dan tantangan, sebuah harapan yang kuat untuk menyakini diri sendiri,
kamu bisa kok, kamu gak lemah, kamu mampu
Usaha
gak akan sia-sia, itu semua akan bernilai walaupun sekarang belum terlihat,
tapi yakinlah tak ada yang mustahil karena memang semuanya terlihat tidak
mungkin tapi lihatlah sampai selesai nanti. Dan kembali lagi yakin jika tuhan
menilai usaha kita dan membuat tuhan berkata “kun” maka semesta sepakat akan
“fayakun”.
Comments
Post a Comment