EGO YANG TAK TAHU DIRI
EGO
YANG TAK TAHU DIRI
Sepi kembali dirasa oleh
tubuh yang hanya mampu menggerakkan egonya. Waktu yang setia mendampingi raga
dan segala gerak yang tak kunjung memberinya harapan yang terwujud, sungguh
miris, hanya mampu berharap dan berharap.
Tulisan ini yang
mengandung banyak makna yang nano-nano mungkin hanya bisa dirasa oleh tubuh
ini, tidak terlalu penting juga untuk dimengerti oleh yang lain. Rasa-rasanya
banyak perbedaan yang kutemui dan yang kurasakan, entah apakah aku yang mencoba
menjadi seorang yang peka dan perasa atau mungkin itu yang benar-benar terjadi.
Egoku terlalu besar untuk
bisa mengalahkan kejujuran hati yang memang banyak sekali yang kurasa dari segala
perubahan yang kulihat, kualami, kudengar, dan kurasakan berbeda dari
sebelumnya tapi ini hanya pengulangan tragedi saja yang memang sudah biasa
merasakan hal seperti ini, dan apakah ini juga menjadikan yang namanya mati
rasa dalam segala situasi yang ada. Aku hanya bisa menuliskannya tanpa bisa
secara langsung mengatakan secara blak-blakan didepannya. Atau apakah hanya sebuah
alibi saja dari ego yang dibilang tidak tahu diri ini.
Sepi dari ulah ego yang tak tahu diri ini sungguh pelik untuk bisa kujalani. Dan hati terkadang sadar untuk sekedar mengingatkan tanpa menerima bantahan ego.

Comments
Post a Comment