SEDIKIT MUMET
Hai sahabat dimanapun
kalian berada, apa kabar? Semoga baik-baik saja, yang gak punya ayang jangan lemes
ya pren, lakukan saja hal-hal positif yang kalian sukai biar lupa kalau butuh
ayang, wkwk apasih gak jelas banget. Lanjoot
Sebelumnya aku mau
disclaimer dulu kalau di blog ini, aku ingin menulis apa yang sedang aku
pikirkan, alami, ataupun yang aku amati disekelilingku dan ini juga prosesku
belajar, jadi jika tidak sependapat itu wajar karena manusia itu unik sesuai
statusnya sebagai makhluk yang sempurna memiliki fungsi akal, (pikiran,
pendapat) dan hati (naluri) yang membedakan dengan makhluk lainnya.
Ketika membicarakan tentang
akal dan pikiran, mungkin sebagian dari lingkunganku, termasuk diriku juga,
belum sepenuhnya mengfungsikan akal pada pikiran itu sendiri. Kenapa aku membicarakan
hal ini? karena ketika kita berfikir, secara langsung juga melibatkan segala
argument atau opininya dan bisa juga tentang perasaannya, dan pasti alasan
berfikir untuk menemukan tujuannya, jawaban, ataupun untuk sekedar memutuskan
suatu keputusan. Namun terkadang masih praktis cara berfikirnya.
Berfikir praktis mungkin
hanya akan melibatkan satu informasi pada suatu masalah, hingga akhirnya akan
mudah membuat keputusan baik putih atau hitam (benar atau salah). Padahal jika
yang sebenarnya berfikir kita akan melalui beberapa tahapan agar jelas
tujuannya, dan bukan hanya ingin menemukan suatu keputusan tetapi juga ada
mengevaluasi, memahami, mempertimbangakan atau merefleksikan lagi. Dan ada lagi
yang sebenanya masih banyak lagi yaitu ketika kita menemukan kebebasan dalam
berfikir dimana kita memiliki opini dan pemikiran sendiri, bukan berarti
membatasi tetapi justru akan lebih terbuka, peduli akan pendapat, opini, atau ide
lain yang mana bisa jadi valid. Satu lagi yang rasa-rasanya ini perlu ditingkatkan
lagi untuk sekedar menghindari dari gagal faham.
Mungkin lebih tepatnya
berfikir secara kritis, tidak harus tentang pengetahuan yang levelnya tinggi
kayak filsafat gitu tapi juga dalam kehidupan disekeliling kita. karena
berfikir ini kan semacam kebutuhan pokok yang memang dalam sehari-hari ini kita
akan dihadapkan suatu masalah yang didapat dari berbagai sumber informasi, nah
disinilah peran dari berfikir kritis ini, lebih difikirkan kembali segala
sesuatunya.
Dan perlu di ingat Kembali
berfikir secara kritis atau berfikir lebih
tentang suatu masalah ada kalanya tidak bisa dilakukan setiap saat,
mengingat kita memiliki faktor personal, cara berfikir juga dipengaruhi oleh
keadaan emosi personal, jadi pada situasi-situasi yang tidak menentu ini terkadang emosional juga tak menentu bisa (sedih, bahagia, galau, dan banyak lagi) hingga akhirnya melakukan
keputusan yang tidak irasional dan sebagainya. Untuk langkah mencegah itu alangkah
baiknya kesadaran dalam diri itu juga dibangun, ketika kita sedang dalam suasana
perasaan apapun itu kita segera sadar dan supaya otak memberi sinyal bahwa apa
yang kita putuskan atau kita lakukan tidak rasional. Ini butuh latihan lebih
dan mungkin Latihan setiap hari dan yang pasti perlu dicoba dan diterapkan.
Mungkin itu aja sih yang
ingin aku tulis dilembaran yang tadinya kusebut putih, namun sekarang penuh
celotehan yang tak beraturan. Sudah ku cukupkan, sekian terimakasih dan sayang.
see you next post…
Comments
Post a Comment