Aku Memang Berbeda


Malam yang begitu sunyi namun sebenarnya keramaian yang begitu ricuh oleh hiruk pikuk kota kecil dan juga oleh kehidupan yang ku alami.

Berbicara tentang diriku akan penuh dengan ketidakjelasan, bahkan keambiguan itu adalah ciri khas diriku. Namun... ahhh sudahlah tak perlu dijelaskan. 

Aku ya diriku jika ada orang lain memintaku untuk berubah itu wajar, tak ada yang salah bahkan tak ada yang aneh. Berbicara sudut pandang itu yang akan menjadi latar belakang seseorang memintaku untuk sedikit mengubah aku yang seperti inilah.

Mendengarkan itu adalah kelebihanku tak bisa di hiraukan, karena aku menyadari hanya sedikit yang mau mendengarkan ketimbang berbicara. Bukan karena aku tak pandai berbicara lalu merasa diriku yang hanya bisa mendengar jatuhnya merendahkan, bukan tapi aku merasa mereka yang bercerita memang sedang membutuhkan pendengar bukan pembanding.

Aku tak pandai bersilat kata ketika yang aku bicarakan tak ada yang paham. Semoga kata-kata yang telah ku ketik dengan indahnya menari diatas keyboard ini dapat kalian skip dan tak lagi hadir dilayar gawai.

Kembali lagi ke ceritaku, iya seorang perempuan yang sedang meng-Gabut sendiri (MS). Aku perempuan seperti perempuan lain, yang tak lain juga kadang lain. Aku hanya berbeda tapi tak mau beda dari perempuan lain. Artinya iya aku adalah perempuan yang memiliki segala yang memungkinkan ada di perempuan. Tapi mungkin juga tidak memilikinya.

Malam ini pun aku merasa berbeda dari yang lain, tak ada rasa nyenyak saat bertemu dan memeluk bantal yang empuk. Aku hanya sibuk dengan pikiranku sendiri yang terkadang membawa keruwetan dan overthingking buatan.

Mereka bilang, aku ini seperti tidak ada yang dipikirkan tapi :(aku senang saja karena pura-pura ku mampu menipu:) aku tak mau berbagi hal yang membebankan. Terkadang juga lidahku sering bercerita namun cerita itu seakan tiada jadi bisa disimpulkan bahwa memberi cerita sama saja memberi mereka beban. Overthingking jelas yang tergambar tapi ini yang kurasakan.

Sedikit rapuh namun mencoba bersemangat kembali, itu juga aku ingin mengakuinya bahwa itu adalah kelebihan ku lagi. Aku dulu tak pandai mengakui kelebihan ku namun sepertinya aku membatasi diriku, hingga saat ini. Mulai lah Sekarang aku harus dan bagaimanapun caranya ku ubah diriku tapi tak semua dan tak akan kubatasi diriku. Semoga segala keraguan dan ketidakyakinan ku terhadap diriku lenyap supaya aku bisa.


Comments

Popular posts from this blog

Harga Geprek Langgananku Naik!

MANUSIA

Tulisan Tanggal 30/09/2022